Jakarta, kembali terjadi kasus didalam angkutan kota atau yang biasa disebut angkot. kali ini kejadian naas tersebut terjadi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
(UI), Annisa Azward (20) sempat panik karena dibawa berputar-putar oleh
sopir angkot U10 jurusan Muara Angke-Sunter.
Mahasiswi angkatan 2010 Fakultas ilmu Keperawatan (FIK) itu merasa akan
diculik oleh sopir angkot Jamal bin Jamsuri (37). Annisa akhirnya
melompat dari Angkot tersebut dan mengalami luka. Akhirnya Annisa
menghembuskan nafas terakhir di RS Koja, Jakarta Utara.
Menurut penuturan sang sopir, Jamal bin Jamsuri (37), dirinya tidak
berniat untuk melakukan kejahatan terhadap korban. "Saya tidak ada
niatan untuk melakukan kejahatan, apalagi menculiknya," ujar Jamal di
Kantor Unit Laka Polres Jakarta Barat, Minggu (10/2/2013).
Sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut, Perkembangan kasus tersebut polisi mempunyai kesimpulan awal kasus itu adalah murni kecelakaan dan kelalaian sopir angkot karena tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban, kemungkinan si korban takut oleh karena sopir angkot tersebut mengambil jalan pintas hendak mengantar korban.
Siapa yang salah ? Sopir angkot yang berniat mengantar Icha atau karena Icha yang berpikiran negatif sehingga nekat loncat dari angkot yang sedang berjalan. Media masa cetak, elektronik harus bertanggung jawab akan hal ini, karena banyaknya pemberitaan dimedia yang membuat pikiran masyarakat menjadi negatif (suudzon) dan menjadikan masyarakat paranoid.
Paranoid adalah suatu bentuk penyakit kejiwaan, Paranoia adalah proses pikiran yang terganggu yang cirinya adalah berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan, sering sampai tidak rasional dan timbul delusi. Pemikiran paranoid biasanya disertai anggapan akan dianiaya oleh sesuatu yang mengancamnya.
Paranoid terbentuk dari suatu trauma yang pernah diderita, didengar dan dilihat baik dialami diri sendiri, mendengar cerita teman atau melihat di televisi, berita dikoran dan sebagainya. Paranoid adalah bentuk dari pikiran negatif terhadap seseorang yang dalam Islam disebut Suudzon atau berprasangka buruk.
Suudzon atau berburuk sangka adalah dosa dalam ajaran Islam karena bisa menyakiti diri sendiri maupun orang lain. Hendaknya kita bisa membedakan Suudzon dengan kewaspadaan, suudzon terbentuk dari pemikiran/analisa yang sempit tentang suatu hal sedangkan kewaspadaan terjadi saat kita mempertahankan diri dari tindak kejahatan yang sudah jelas pelaku dan tujuannya.
Kesimpulan saya hendaknya kita tetap menjaga kewaspadaan untuk menjaga diri kita tanpa berpikiran jelek terhadap seseorang sebelum kita tau maksud dan tujuannya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment